Ada yang bilang, bila laki-laki menghormati, menyayangi ibunya, maka ia akan menghormati dan menyayangi istrinya. Apakah benar seperti itu?? Lalu bagaimana dengan laki-laki yang mungkin sering bertengkar dengan ibunya atau sering menyakiti hati ibunya dan bahkan kasar, apakah ia juga akan mengasari istrinya??? apakah ia juga akan menyakiti perasaan istrinya?? Apakah lembut atau kasarnya seorang lelaki terhadap perempuan bisa diketahui seberapa dalam perlakuannya terhadap ibunya?
Oleh: cutemom16 | Januari 5, 2009
Rasa Hormat Lelaki Terhadap Perempuan
Ditulis dalam Uncategorized | Tag: perkawinan
Rasanya bisa… kalau terhadap ibunya yang melahirkannya saja ia bisa berlaku kasar apalagi terhadap perempuan lain….
Oleh: itikkecil on Januari 5, 2009
at 2:45 pm
Relatif..relatif..
Oleh: randualamsyah on Januari 5, 2009
at 3:27 pm
tergantung.
Oleh: Rian Xavier on Januari 5, 2009
at 10:27 pm
Hmm…mungkin dengan cara menyikapi kekasarannya? Cobalah komunikasikan terlebih dahulu.. gak ada asap kalau gak ada api..
(sok tua)
Oleh: p u a k on Januari 6, 2009
at 10:20 am
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang. Tapi kalau laki-laki atau perempuan bisa bersikap kasar, baik kata atau perbuatan, kepada ibu kandungnya, hampir bisa dikatakan dia akan juga tega menyakiti hati pasangannya…..
Tapi ada juga yang bisa memperbaiki perilaku tersebut, jika mendapatkan pasangan yang menenangkan, dapat memahami dan memberikan perhatian.
Oleh: edratna on Januari 6, 2009
at 11:15 am
relatif !!!!!!!!!!!!!!
tergantung cara pandang
Oleh: soulharmony on Januari 6, 2009
at 7:23 pm
Lelaki yang menghormati dan mencintai ibunya belum tentu akan menghormati dan mencintai istrinya!
Oleh: juliach on Januari 6, 2009
at 8:37 pm
duh sist..
relatif tergantung..banget ..hehehe
Oleh: yessymuchtar on Januari 7, 2009
at 3:25 pm
sahabat…………
kreasi yg kuat untuk postinganmu ini membuat blue harus berfikir matang matang bila ingin kasar pada perempuan……
salam hangat selalu
Oleh: bluethunderheart on Januari 7, 2009
at 3:43 pm
setuju dengan soul.. Relatif… bisa dilihat dari sudut pandang manapun…
kalo tergantung… ntar susah..
Oleh: gusti on Januari 7, 2009
at 4:37 pm
hehe….mari kita tanyakan pd para lelaki aja..
Oleh: sarahtidaksendiri on Januari 7, 2009
at 10:47 pm
hmmmm…
saya sayang sama ibu dan istri saya, jadi gak pernah kepikiran utk menyakiti mereka…:)
salam,
bonar
http://sihotang407.wordpress.com
Oleh: bonar on Januari 8, 2009
at 1:28 am
kalo dy sering tengkar ama ibunya berarti dy durhaka!!hahag
salam knal
Oleh: hellgalicious on Januari 8, 2009
at 12:32 pm
i luv my mom..
i don’t luv my wife…
‘coz i don’t have a wife yet…
hehehe.. ^_^
Gb.
-mauliate-
Oleh: Loneliness Whitebear on Januari 8, 2009
at 3:21 pm
Mmm…
Sulit banget jawabnya..
Karena memang, kita nggak boleh menutup mata kalau manusia bisa berbuat kesalahan lalu belajar sesuatu dari kesalahannya…
tapi..
sempat terbersit juga… sama ibu yang melahirkannya aja sudah sebegitu kasarnya, gimana sama istri yang baru dia kenal ya?
Aduh, maaf… ndak bisa jawab… malah jadi kepikiran nih.. huhuhu…
Oleh: jeunglala on Januari 8, 2009
at 10:11 pm
saya juga ndak tahu jawabnya, mengenei lemah lembutnya se orang lelaki, kalo saya pribadi sih selama ibu saya gak nyebelin lebih dari 3 hari sich aman2 aja,
Oleh: udienroy on Januari 9, 2009
at 9:44 am
masa sih ??
*garut2 kepala
Oleh: okta sihotang on Januari 9, 2009
at 11:36 am
hm…kalau untuk yang satu ini aku sih ga mau dan ga bisa juga bilang relatif…
logikanya seperti yang dibilang sama jeunglala… kalau sama ibunya yang udah mengandung dan melahirkan aja bisa kasar apalagi sama istrinya?
Oleh: wafercokelat on Januari 9, 2009
at 1:53 pm
Wadooh… Saya kena sentil nih mbak
Oleh: Adieska on Januari 9, 2009
at 4:18 pm
duch… bingung dech mbak mau jawab aPa…
tapi semuanya tergantung ma istri dan keadaan sich mbak…
kl emang istrinya itu sudah memenuhi kriteria ‘istri yang baik’, yah kenapa juga mesti di gampar??
Oleh: joicehelena on Januari 9, 2009
at 4:22 pm
aduh merah nih telinga saya…lelaki yang biadap itu kaya lagu dari mulan jameela…”Lelaki…buaya darat…”
Oleh: Ardian on Januari 9, 2009
at 8:22 pm
Adakalanya seperti itu, tp ada jg sebaliknya. Ingat kisah Malim Kundang? Ia durhaka pd ibunya, tp ia syg pd istrinya. Ada jg seorg suami rela menceraikan istrinya demi ibunya. Semua itu kembali kepada bagaimana kita menyikapi perjalanan rumah tangga kita sendiri. Eh benar gak sih.., aq ngawur ya..
Oleh: jiwakelana on Januari 9, 2009
at 11:54 pm
kayaknya klo merujuk dr cerita si Malin Kundang sih tu tergantung dr si cownya jg,buktinya si malin durhaka ma ibunya tp syg ma istrinya
HAYO…???
Oleh: djokerz on Januari 10, 2009
at 3:09 am
Mm..
Setahu saya sich anak yang seperti itu ya durhaka sama Ibunya..
Terlepas dari dia sayang atau tidak..
Saya pikir korelasinya sedikit..Jika tidak salah sich he he he.
Oleh: bocahbancar on Januari 10, 2009
at 8:41 am
kekerasan seseorang kadang dihasilkan bagaimana orang tua mendidiknya. ada yang bilang kalo kita sering mukul anak kita, maka anak kita akan mukul temannya/orang lain.
tapi relatif juga.
Oleh: antokoe™ on Januari 10, 2009
at 1:42 pm
Abstain
Oleh: Antoni Pasaribu on Januari 10, 2009
at 8:19 pm
Kelemahan laki2 terletak pada Ibunya maka SAYANGI Ibunya dengan sepenuh hati tanpa syarat…jadi kalo dimarahin suami adukan aja sama Ibunya biar kena libas pantatnya pake sapu!
Dan yang terpenting si istri menyayangi Ibu suaminya dengan sepenuh hati.
Bukan tidak mungkin suami kasar karena istri tak pernah peduli dengan Ibu suaminya…
Lihat aja Jenderal Naga Bonar…sama pasukannya tegasnya bukan main eh pas disuruh Mamaknya ambil sirih terbirit-birit dia ambil sirih ke kebun padahal disaat yang sama dia mau memimpin pertempuran.
Oleh: Syahrul Hanafi Simanjuntak S.15 on Januari 10, 2009
at 11:01 pm
begh,
mbak saya kenak kali nih,
ada benarnya loh mbak, laki2 yang cendrung menghargai ibunya, pasti akan lebih menghargai istrinya,…
ada sebuah penyair mengatakan,
“aku mencintai mu sayangku, seperti aku mencintai ibu ku”
(perempuan mana yang mendengarkannya, pasti mencari dan meleleh,hahahah)
*dagh saya peraktekan mbak ma pacar saya*
thx
Oleh: yuhendrablog on Januari 11, 2009
at 12:01 am
Ta’ telepon ibu dulu deh… udah lama blom ngobrol..
Sebuah teguran juga nampaknya nih.. seneng udh bisa mbaca postingan yang satu ini..
Oleh: Luigi Pralangga on Januari 11, 2009
at 7:09 am
bila dia mampu mencintai ibunya pastinya dia bisa mencintai istrinya tapi dengan catatan seorang istri asal jangan pernah menggugat rasa sayang seorang anak terhadap ortunya…….
Oleh: omiyan on Januari 12, 2009
at 4:05 pm
wanita adalah mahkluk yg indah…
baca juga postingan saya tentang wanita di:
http://mywrotes.wordpress.com/2008/12/22/wanita/
salam kenal…
Oleh: nono on Januari 12, 2009
at 4:47 pm
sahabat.sedang menikmati hujankan disana?karena di tempat blue hujan…….
salam hangat selalu
cutemom : ya blue..hujan deras bgt dari subuh sampe seterusnya. bete!!!
Oleh: bluethunderheart on Januari 12, 2009
at 5:21 pm
tidak respek ibu, tidak respek istri
respek ibu, belum tentu respek istri
tidak respek istri, belum tentu tidak respek ibu
respek istri, belum tentu respek ibu
abis kalo ngomong relatif..udah di duluin sih..heee
Oleh: boyin on Januari 12, 2009
at 5:24 pm
mungkin persoalan gender perlu di perhatikan, tetapi pada kenyataannya budaya timur sudah demikian, tinggal bagaimana perpaduan yang baik antar budaya, adat & hukum normatif….
salam kenal
Oleh: maykoedison on Januari 12, 2009
at 8:51 pm
Ya ko terlalu sayang ama ibunya lha istrinya terabaikan dong hehehe….,
Apa yang dirasakan itulah jawabannya…
Oleh: Jaz on Januari 13, 2009
at 7:52 am
RELATIF mbak… itu semua tergantung dai kondisi psikis dan kematangan berfikir laki2 itu sendiri.
belum tentu…
anak kasar sm ibu bakal kasar sm istri.
tergantung case nya..
tergantung kepribadiannya…
itu semua relatif mbak..
Oleh: INDAHREPHI on Januari 13, 2009
at 3:34 pm
Bagaimanapun kita harus menghormati wanita, dan bagaimanapun kita berasal dari situ hik hik hik …
Oleh: noto on Januari 13, 2009
at 4:07 pm
sahabatku.
selamat malam salam hangat selalu
Oleh: dobleh yang malang on Januari 13, 2009
at 7:38 pm
surga ada di bawah telapak kaki ibu…..
sehebat kita berusaha tidak akan berhasil tanpa restu ibu dan doa istri……..he..he..
salam kenal
Oleh: teguhsan on Januari 13, 2009
at 10:28 pm
pagi…………….
semangat ya meski hujan teruss
salm hangat selalu
cutemom : pagi juga..iya niy, tapi sekarang lg agag panas sedikitttt
Oleh: dobleh yang malang on Januari 14, 2009
at 10:05 am
kasar kepada ibu = durhaka
kasar sama istri = hanya murka
hehehehehe….. slam kenal ….
Oleh: madhysta on Januari 14, 2009
at 10:07 am
ah klo aghi seh lelaki baik ..
Oleh: aGHi 182 on Januari 14, 2009
at 3:42 pm
surga ditelapak kaki ibu..
ingat dunk ma kisah malin kundang yang durhaka ma ibunya…..
trus klo durhaka ma istri, itu sama aza KDRT…
so sayang ibu n sayang istri juga dunk
salam kenal….
Oleh: arieyanie on Januari 14, 2009
at 5:13 pm
memang banyak faktor yg bisa mempengaruhi, tapi fakta ialah ibu adalah wanita pertama dalam kehidupan seorag pria. Jadi blia seorang pria tidak hormat/sayang pada ibunya, ada kecenderungan yang cukup besar bahwa dia nantinya jg akan tidak hormat/sayang pada istrinya, meski hal ini kemungkinan besar tidak akan terlihat pada tahap awal hubungan.
Tapi, itu hanya pendapat saya secara pribadi (^_^)
Oleh: kocu on Januari 14, 2009
at 11:10 pm
Lelaki yang hormat pada ibunya belum tentu hormat pada istrinya, atau sebaliknya, tergantung pengalaman atau kejadian yang dialami lelaki tersebut
Oleh: ikankoi on Januari 15, 2009
at 9:29 am
selamat malam sahabat……….
salam hangat selalu
Oleh: bluethunderheart on Januari 15, 2009
at 6:56 pm
gk smuax kyk gtu…
bnyk laki” yg hormat pda ibunya tpie jhat ma istrinya…
krn dia tkut sma ibunya….
lam knl yaw….
Oleh: hendrakancut on Januari 17, 2009
at 1:58 pm
Menghornati ibu adalah kewajiban, kendatipun ada juga seorang ibu memaksakan kehendak kepada anaknya, sehingga mengakibatkan penderitaan pada istrinya. Tentu kalau ibu mertua dengan anak menantu tidak sejalan. Jadi bukan rasa hormat kepada ibu yang perlu dijadikan pedoman, tapi pilihlah laki-laki yang budiman dan bertanggung-jawab (dunia akhirat).
Oleh: sony on Januari 18, 2009
at 9:13 pm
Hmmm..
sepertinya relatif ya, mbak. Tapi kalo saya perhatikan orang-orang di sekeliling saya, mereka yang menghormati sang ibu, juga sangat menyayangi pasangannya.
Nggak tau berlaku kebalikan atau nggak.
Belum punya suami sih, hehe..
Salam kenal ^^
Oleh: aqsukandut on Februari 11, 2009
at 1:42 am